Pusat Informasi

Berita & Pengumuman

Dapatkan informasi terbaru, kegiatan sekolah, dan pengumuman penting seputar sivitas akademika kami.

TIGA SISWI MTsN 2 ACEH BARAT RAIH JUARA 3 SYARHIL QURAN PUTRI TINGKAT KECAMATAN KAWAY XVI
09 Sep 2026
Berita

TIGA SISWI MTsN 2 ACEH BARAT RAIH JUARA 3 SYARHIL QURAN PUTRI TINGKAT KECAMATAN KAWAY XVI

Kaway XVI, Aceh Barat – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MTsN 2 Aceh Barat. Tiga siswi MTsN 2 Aceh Barat berhasil meraih Juara 3 Cabang Syarhil Quran Putri pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Kecamatan Kaway XVI Tahun 2026 Ketiga siswi tersebut adalah Putri Haliza, Syarifah Rohadatul Aisy, dan Jumaida. Mereka tampil sebagai perwakilan Desa Alue Tampak dalam ajang seleksi Tilawatil Quran tingkat Kecamatan Kaway XVI. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTsN 2 Aceh Barat. Selain menunjukkan kemampuan dalam bidang keagamaan, prestasi ini juga membuktikan bahwa peserta didik madrasah memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan, ketiga siswi tersebut mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari dua guru MTsN 2 Aceh Barat, yaitu Ibu Siti Muflihah, S.Pd. dan Ibu Nurul Khatitijah, S.Pd. Dengan ketekunan para pembimbing serta semangat dan kerja keras para siswi, akhirnya mereka mampu memberikan penampilan terbaik dan berhasil meraih posisi ketiga. Cabang Syarhil Quran merupakan salah satu cabang yang membutuhkan kemampuan dalam memahami dan menyampaikan kandungan Al-Qur’an secara sistematis, komunikatif, dan menarik. Prestasi yang diraih oleh ketiga siswi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di madrasah terus memberikan dampak positif terhadap pengembangan bakat dan karakter peserta didik. Kepala MTsN 2 Aceh Barat menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ketiga siswi maupun peserta didik lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan, khususnya dalam bidang keagamaan dan seni membaca serta memahami Al-Qur’an. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, pembimbing, dukungan orang tua, serta semua pihak yang telah memberikan motivasi. Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya,” demikian harapannya. Keluarga besar MTsN 2 Aceh Barat mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Putri Haliza, Syarifah Rohadatul Aisy, dan Jumaida  serta Guru Pembimbing atas keberhasilannya meraih Juara 3 Syarhil Quran Putri Tingkat Kecamatan Kaway XVI. Semoga prestasi ini semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik MTsN 2 Aceh Barat untuk terus berprestasi, berkarakter, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. MTsN 2 Aceh BaratTerwujudnya Madrasah Yang Berkarakter, Berprestasi, Berwawasan Kebangsaan, Peduli Lingkungan dan Teknologi.

admin
Baca
11 Siswa-Siswi MTsN 2 Aceh Barat Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten dengan Penuh Semangat
08 Sep 2026
Berita

11 Siswa-Siswi MTsN 2 Aceh Barat Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten dengan Penuh Semangat

Aceh Barat — Sebanyak 11 siswa-siswi MTsN 2 Aceh Barat mengikuti ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Aceh Barat yang dilaksanakan  Pada Selasa,08 September 2026 di MTsN 3 Aceh Barat dengan penuh semangat dan antusias. Keikutsertaan para peserta didik tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mengembangkan potensi, bakat, serta kemampuan akademik siswa. Dalam ajang OMI Tingkat Kabupaten tersebut, siswa-siswi MTsN 2 Aceh Barat mengikuti beberapa cabang lomba, yaitu Matematika, IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi, dan OMI Riset. Keikutsertaan dalam berbagai cabang tersebut menunjukkan keberagaman potensi dan kemampuan peserta didik MTsN 2 Aceh Barat dalam bidang akademik maupun penelitian. Sejak mengikuti tahapan persiapan, para siswa telah menunjukkan kesungguhan dan semangat belajar yang tinggi. Mereka mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari guru pembimbing sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi kompetisi yang mempertemukan siswa-siswi madrasah terbaik di tingkat Kabupaten Aceh Barat. Dalam pelaksanaan OMI, para peserta berusaha memberikan kemampuan terbaiknya. Dengan membawa nama baik MTsN 2 Aceh Barat, seluruh peserta mengikuti setiap tahapan perlombaan secara sportif, percaya diri, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Sudirman, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada seluruh peserta yang telah berusaha dan berani tampil dalam ajang kompetisi tersebut. “Keikutsertaan dalam OMI bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta belajar berkompetisi secara sehat. Kami sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan anak-anak kami,” ungkapnya. Lebih lanjut, pihak madrasah berharap pengalaman mengikuti OMI dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTsN 2 Aceh Barat untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Keikutsertaan 11 siswa-siswi MTsN 2 Aceh Barat dalam OMI Tingkat Kabupaten ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah untuk mewujudkan visi “Terwujudnya Madrasah Yang Berkarakter, Berprestasi, Berwawasan Kebangsaan, Peduli Lingkungan dan Teknologi.” Dengan semangat “Berani Berkompetisi, Siap Berprestasi”, keluarga besar MTsN 2 Aceh Barat memberikan dukungan dan doa terbaik kepada seluruh peserta. Semoga perjuangan, kerja keras, dan semangat mereka membuahkan hasil terbaik serta mampu mengharumkan nama madrasah di tingkat Kabupaten Aceh Barat. MTsN 2 Aceh Barat — Iman, Ilmu, Amal.

admin
Baca
Semarak HUT RI ke-81: MTsN 2 Aceh Barat Borong Juara HUT RI Tingkat Kecamatan Kaway XVI
18 Aug 2026
Berita

Semarak HUT RI ke-81: MTsN 2 Aceh Barat Borong Juara HUT RI Tingkat Kecamatan Kaway XVI

Kaway XVI, Aceh Barat — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Kecamatan Kaway XVI berlangsung meriah. Dalam rangkaian perlombaan tingkat SMP/MTs, MTsN 2 Aceh Barat berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong juara pada sejumlah cabang perlombaan. Prestasi tersebut diraih melalui tiga cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu Karnaval HUT RI tingkat SMP/MTs, Bola Mini tingkat SMP/MTs, serta Tarik Tambang Putri tingkat SMP/MTs. Keikutsertaan MTsN 2 Aceh Barat dalam berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum bagi para siswa untuk menunjukkan semangat juang, kekompakan, sportivitas, kreativitas, dan rasa cinta tanah air. Pada cabang Karnaval HUT RI, para siswa MTsN 2 Aceh Barat tampil penuh semangat dengan membawa kreativitas dan identitas madrasah dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Sementara itu, pada cabang Bola Mini, tim madrasah menunjukkan kemampuan, kerja sama, dan perjuangan hingga berhasil meraih prestasi terbaik. Prestasi juga diraih oleh tim Tarik Tambang Putri MTsN 2 Aceh Barat. Dengan kekompakan dan semangat pantang menyerah, para siswi mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghadapi persaingan antarsekolah tingkat SMP/MTs di Kecamatan Kaway XVI. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Sudirman, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian para siswa dan seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan madrasah dalam rangkaian perlombaan HUT RI ke-81. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat para siswa. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” ujar Sudirman, S.Pd.I. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru, pembina, orang tua, serta seluruh keluarga besar MTsN 2 Aceh Barat yang telah memberikan dukungan kepada para peserta. Menurutnya, momentum HUT RI bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan semangat nasionalisme, sportivitas, persatuan, dan gotong royong kepada peserta didik. Dengan torehan prestasi pada cabang Karnaval, Bola Mini, dan Tarik Tambang Putri, MTsN 2 Aceh Barat kembali menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang. Keluarga besar MTsN 2 Aceh Barat mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh siswa, pembina, dan pendamping yang telah berjuang mengharumkan nama madrasah dalam Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 tingkat Kecamatan Kaway XVI. MTsN 2 Aceh Barat — Iman, Ilmu, Amal.

admin
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Laksanakan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah Desa Beureugang
10 Aug 2026
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Laksanakan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah Desa Beureugang

Aceh Barat, 10 Agustus 2026 — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Aceh Barat turut menyukseskan GEBER MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Al-Hidayah, Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. GEBER MAS merupakan gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Gerakan ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, MTsN 2 Aceh Barat melibatkan Dewan Guru dan  siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Sejak kegiatan dimulai, para guru dan siswa tampak antusias bergotong royong membersihkan lingkungan Masjid Al-Hidayah. Berbagai aktivitas dilakukan, mulai dari membersihkan halaman masjid, menyapu dan merapikan lingkungan sekitar, membersihkan bagian dalam masjid sehingga nyaman bagi jamaah. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Sudirman, S.Pd.I., menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah dalam GEBER MAS bukan sekadar kegiatan kebersihan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. “Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Melalui GEBER MAS, anak-anak belajar tentang kebersamaan, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah,” ujar Sudirman. Menurutnya, masjid merupakan tempat yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam sehingga kebersihan dan kenyamanannya harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk senantiasa menjaga kebersihan, baik di madrasah, masjid, maupun lingkungan tempat tinggal. Kepala Madrasah juga Mengucapkan terimakasih kepada Pihak BKM dan Pak Keuchik gampoeng Beureugang yang telah memberi dukungan untuk terlaksananya kegiatan tersebut. Sementara itu, Waka Humas MTsN 2 Aceh Barat, Wahidin, S.Pd.I., mengatakan bahwa keterlibatan siswa dalam GEBER MAS merupakan bentuk nyata pembinaan kepedulian sosial dan keagamaan. “Kami ingin siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan bergotong royong membersihkan masjid, mereka belajar bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah merupakan bagian dari amal dan tanggung jawab bersama,” ungkapnya. Para anggota OSIM juga terlihat aktif membantu para guru dalam seluruh rangkaian kegiatan. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat selama kegiatan berlangsung. Kegiatan GEBER MAS di Masjid Al-Hidayah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya hidup bersih, peduli lingkungan, cinta masjid, dan semangat gotong royong di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, peduli lingkungan, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. GEBER MAS: Bersih Masjidnya, Nyaman Ibadahnya, Mulia Amal Bersamanya.

admin
Baca
Pembinaan ASN Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI Digelar di MTsN 2 Aceh
22 Jul 2026
Berita

Pembinaan ASN Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI Digelar di MTsN 2 Aceh

Aceh Barat – Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Wilayah Kerja Kecamatan Kaway XVI yang dipusatkan di MTsN 2 Aceh Barat, Kamis (23 Juli 2026).   Kegiatan ini dihadiri oleh para ASN dari berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama yang berada di wilayah kerja Kecamatan Kaway XVI. Pembinaan bertujuan untuk memperkuat profesionalisme, integritas, disiplin, serta komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan semangat reformasi birokrasi.   Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., hadir sebagai narasumber sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta. Dalam pembinaannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kedisiplinan, serta membangun budaya kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.   Beliau juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga nama baik institusi, serta menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus menjaga nilai-nilai moderasi beragama dan persatuan bangsa.   Ketua panitia kegiatan, Sudirman, S.Pd.I., selaku Kepala MTsN 2 Aceh Barat, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat atas kehadiran dan pembinaan yang diberikan kepada seluruh ASN.   "Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat penting untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan disiplin kerja, serta membangun sinergi antarsatuan kerja di wilayah Kecamatan Kaway XVI. Kami berharap pembinaan ini memberikan motivasi dan semangat baru bagi seluruh ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya," ujar Sudirman.   Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti setiap sesi pembinaan dengan serius, termasuk sesi dialog interaktif yang memberikan kesempatan kepada ASN untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Agama.

admin
Baca
Ekoteologi Islam: Dari Kerakusan Konsumsi Menuju Keharmonisan Alam Oleh:Drs.H.Najmussaqib M.Pd (Kepala MTsN 2 Aceh Barat)
12 Jan 2026
Berita

Ekoteologi Islam: Dari Kerakusan Konsumsi Menuju Keharmonisan Alam Oleh:Drs.H.Najmussaqib M.Pd (Kepala MTsN 2 Aceh Barat)

Setiap hutan terbakar, sungai tercemar dan terjadi polusi udara telunjuk sering menunjuk perusahaan besar: perkebunan sawit, tambang, atau industri berat. Wajar marah. Tapi, pernahkah kita menoleh ke diri sendiri? Banyak kerusakan terjadi karena permintaan konsumen sehari-hari, bukan semata-mata ulah industri.   Industri tidak berjalan sendiri. Setiap plastik sekali pakai yang kita ambil tanpa berpikir, gadget baru yang diburu meski yang lama masih berfungsi, atau barang murah yang dibeli saat promo, memberi sinyal kepada perusahaan bahwa eksploitasi sumber daya harus terus berlangsung. Pola konsumsi inilah mesin penggerak kerusakan bumi.   Krisis lingkungan modern sering dikaitkan dengan kegiatan industri, tetapi akar masalahnya lebih dalam. Menurut Fikria Najitama dan Chusnul Chotimah dalam Islam dan Krisis Lingkungan Hidup (2016), krisis spiritual dan cara pandang manusia terhadap alam menjadi faktor utama. Pandangan antroposentris, yang menempatkan manusia sebagai pusat sementara alam hanya dianggap objek, menimbulkan ekses destruktif. Etika dan tindakan manusia sering lebih diarahkan pada sesama manusia, sementara tanggung jawab terhadap lingkungan diabaikan.   Penulis menekankan pentingnya rekonstruksi paradigma Islam melalui teologi, etika, dan fiqh yang ramah lingkungan, agar ajaran agama bisa merespons persoalan ekologis secara kontekstual. Dengan pendekatan ini, manusia diharapkan mampu menjaga keseimbangan alam tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan moral, sehingga krisis lingkungan bisa ditangani secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.   Budaya konsumtif modern — membeli barang yang tidak perlu, mengabaikan sampah, atau mengeksploitasi sumber daya berlebihan — adalah manifestasi nyata paradigma yang menempatkan manusia di pusat alam. Kita, sebagai konsumen, ikut mendorong kerusakan lingkungan.   Hidup serba instan: ambil, pakai, buang. Kenyamanan cepat dianggap ukuran kesejahteraan. Akibatnya, sampah menumpuk, sungai hitam, udara berat, dan ekosistem kehilangan keseimbangan. Kritik terhadap perusahaan sering keras, namun kita jarang menoleh ke keranjang belanja sendiri. Tanpa permintaan kita, industri pun kehilangan alasan menjarah hutan.   Di sinilah ekoteologi Islam hadir sebagai pedoman. Kita bukan penguasa bumi, melainkan khalifah yang diberi amanah menjaga ciptaan Allah. Tauhid menegaskan keterkaitan seluruh makhluk. Mizan mengingatkan keseimbangan alam. Larangan israf dan tabdzir menegaskan batas moral terhadap gaya hidup boros.   Al-Qur’an menegaskan: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya (QS. Al-A’raf: 56). Juga disebutkan: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka” (QS. Ar-Rum: 41). Ayat-ayat ini bukan sekadar peringatan, tetapi panduan moral untuk bertindak bijak terhadap alam.   Quraish Shihab menekankan bahwa agama mengajarkan pentingnya keseimbangan, yang tercermin dalam tuntunan sehari-hari. Ia menyoroti perlunya menjaga kebersihan air, sanitasi, serta menghindari pemborosan makanan dan minuman. Sikap mubazir, menurutnya, merupakan perilaku yang tidak sejalan dengan ajaran agama dan berdampak negatif pada lingkungan.   Berlebihan dalam membeli atau memasak makanan, yang kemudian menjadi sampah, sama artinya dengan menghabiskan sumber daya alam secara sia-sia. Shihab mengingatkan umat agar hanya membeli dan memasak secukupnya, serta memanfaatkan sisa makanan dengan memberikannya kepada orang lain. Menjaga lingkungan, katanya, adalah bagian dari tuntunan agama (NU Online).   Dengan demikian, manusia sebagai khalifah memiliki amanah untuk mengelola dan memelihara bumi secara bijak, bukan menaklukkan atau mengeksploitasinya. Tanggung jawab ini bagian dari ibadah sekaligus kewajiban moral dan spiritual.   Penyelesaian krisis lingkungan tidak bisa menunggu regulasi atau menyalahkan perusahaan semata. Perubahan dimulai dari diri sendiri. Zuhud bukan anti kemajuan, tetapi anti kerakusan. Cukup menahan godaan konsumsi yang tidak perlu, dan hidup sederhana tanpa merusak moral maupun alam.   Bayangkan jika rumah-rumah di negeri ini menata hidup sederhana. Konsumsi impulsif berkurang, pasar komoditas destruktif menyusut, dan industri pun tak terdorong merusak alam. Penyelamatan bumi menjadi perjuangan spiritual sekaligus praktis.   Sebelum telunjuk diarahkan ke perusahaan besar lagi, mari menengok isi keranjang belanja kita. Apakah berisi kebutuhan nyata atau sekadar keinginan yang menumpuk? Musuh terbesar alam bukan jauh di sana, tetapi kerakusan yang diam-diam kita pelihara sendiri.

Drs.H.Najmussaqib,M.Pd
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Peringati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan Penuh Khidmat
25 Nov 2025
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Peringati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan Penuh Khidmat

Meulaboh – MTsN 2 Aceh Barat menyelenggarakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 dengan penuh khidmat pada Selasa, 25 November 2025. Seluruh dewan guru, staf, serta siswa turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah. Tema HGN tahun ini adalah “Merawat Semesta dengan Cinta”, yang menjadi pengingat penting bagi seluruh pendidik dan peserta didik untuk terus menumbuhkan rasa peduli, empati, serta cinta kasih dalam proses pendidikan. Tema ini juga mendorong para guru untuk terus memberikan dedikasi terbaik dalam membimbing generasi penerus bangsa. Bertindak Sebagai Pembina Upacara adalah Bapak Sudirman,S.Pd.I Selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum,dalam amanatnya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru atas pengabdian dan komitmen mereka dalam mencerdaskan anak bangsa. Beliau juga menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan HGN juga Dirangkai dengan Pemberian Piagam Penghargaan Kepada Seluruh Dewan Guru dan Tenaga Kependidikan Oleh Kepala MTsN 2 Aceh Barat Drs.H.Najmussaqib,M.Pd. Atas Dedikasi Para Guru dan Tendik dalam Memajukan Madrasah,Juga sebagai wujud Syukur dan terimakasih atas pengabdian yang telah dilakukan. Peringatan HGN ke-80 di MTsN 2 Aceh Barat menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta meneguhkan kembali semangat pengabdian demi terwujudnya pendidikan yang lebih bermartabat dan berdaya saing. Kegiatan ditutup dengan Penampilan Beragam Kesenian dan Puisi dari Siswa/I MTsN 2 Aceh Barat yang dipersembahkan Kepada Guru-guru Mereka Pada Moment yang sangat berbahagia.

admin
Baca
MTsN 2 Aceh Barat Fasilitasi Kegiatan MPU Aceh Barat  Saweu Sikula
24 Nov 2025
Berita

MTsN 2 Aceh Barat Fasilitasi Kegiatan MPU Aceh Barat Saweu Sikula

Aceh Barat — MTsN 2 Aceh Barat kembali memperkuat perannya sebagai madrasah yang peduli pembinaan karakter dengan memfasilitasi pelaksanaan MPU Saweu Sikula, sebuah program Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) untuk memberikan edukasi keagamaan serta Sosiali Fatwa MPu Aceh kepada Seluruh Warga Madrasah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 24 November 2025 itu diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan di halaman madrasah dengan penuh antusias. Dalam kesempatan tersebut, Utusan MPU Aceh Barat Tgk. Jasman menyosialisasikan beberapa fatwa penting yang sangat relevan dengan kehidupan Pelajar, yakni: 1. Kewajiban Taat kepada Orang Tua dan Guru Tgk.Jasman menegaskan bahwa menaati orang tua dan menghormati guru merupakan kewajiban yang memiliki nilai ibadah. Siswa diingatkan agar senantiasa menjaga sopan santun, tidak membantah, dan memuliakan kedua pihak sebagai bentuk pengamalan ajaran Islam. 2. Hukum Pembegalan (Jarah & Hirabah) Tgk.Jasman menjelaskan bahwa tindakan pembegalan termasuk perbuatan kriminal berat yang bertentangan dengan syariah dan dapat mengancam keamanan masyarakat. Utusan MPU tersebut menegaskan bahwa pembegalan termasuk dosa besar dan pelakunya dapat dikenai hukuman syar’i maupun hukum negara. 3. Larangan Bullying dan Kekerasan Antar Pelajar Para siswa dibimbing untuk memahami bahwa bullying—baik verbal, fisik, maupun melalui media sosial—merupakan tindakan zalim yang sangat dilarang dalam Islam. MPU mengajak seluruh siswa untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan saling menghargai serta Berkasih Sayang. Kepala MTsN 2 Aceh Barat, Drs. H. Najmussaqib, M.Pd., Melalui Wakil Kepala Bidang Kurikulum Sudirman,S.Pd.I. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada MPU Aceh Barat. “Materi yang disampaikan MPU hari ini sangat penting bagi peserta didik. Fatwa-fatwa ini menjadi pedoman moral bagi siswa agar terhindar dari pergaulan negatif dan tumbuh sebagai generasi berkarakter Islami,” ujarnya. Melalui kegiatan MPU Saweu Sikula ini, MTsN 2 Aceh Barat berharap terjalin kerja sama berkelanjutan untuk memperkuat pembinaan akhlak dan memberikan edukasi hukum syariah kepada seluruh Warga Madrasah terutama kepada peserta didik.  

admin
Baca